Reaktor Hidrogen Penghemat BBM
Testi
01

Testimonial

Submitlah Pengalaman Anda ke alamat email kami ini
dhe_hasanah @ yahoo.com
Showing 1 to 4 of 4

  1. Tanggal : 2008-07-16
    Nama : BB

    Alamat : Cimahi
    Kota : Bandung
    Email :
    Blog :
    YahooID :
    Testimonial : Soal penggunaan ini di mobil Injeksi, saya sudah memasangnya di Mercedes 280E tahun 1986 dan juga di Mercedes E320 tahun 1991. Kedua mobil ini sudah menggunakan sistem Injeksi, tidak lagi menggunakan karburator. Hasilnya baik. Dari yang tadinya 1:6, sekarang bisa 1:12 - 1:15… Saya tidak menyuntikkan Hydrogen langsung ke Intake, tapi ditaruh di Air Filter, sedekat mungkin dengan lubang hisapnya…

    Mungkin karena kedua mobil itu adalah mobil “Tua”, jadi sistem Injeksinya juga belum terlalu canggih, makanya berhasil. Dari Internet, yang bermasalah kalau dalam sistem Injeksi ada sensor Oksigen. Sensor itu mendeteksi bahwa Oksigen terlalu banyak (dari reactor, selain H2), sehingga “kran” bensin juga dibuka lebih besar. Hasilnya malah tambah boros…

  2. Tanggal : 2008-07-16
    Nama : BB

    Alamat : Cimahi
    Kota : Bandung
    Email :
    Blog :
    YahooID :
    Testimonial : VW Kodok Putih
    Test jalan, hasilnya: Pada kecepatan rendah, tidak terasa bedanya. Tapi pada kecepatan yang lebih tinggi, terasa sekali bahwa tenaganya bertambah. Pada saat dipaksakan melalui jalan menanjak dengan gigi tinggi, tidak ada gejala “nglitik”…
    Hemat BBM: tadinya 1:8, sekarang menjadi 1:12

  3. Tanggal : 2008-07-16
    Nama : Hadi

    Alamat : Girimekar
    Kota : Bandung
    Email :
    Blog :
    YahooID :
    Testimonial : HidroEarth saya pasang di Kijang Kapsul, tahun 1997. Tenaga jadi lebih besar, di tanjakan bisa gigi 3 dan tidak "nglitik"

  4. Tanggal : 2009-04-20
    Nama : audee

    Alamat :
    Kota : Jakarta
    Email :
    Blog :
    YahooID :
    Testimonial : Reaktor hydrogen ini sudah saya pasang di mobil crown th 83,6 cyl 2800 cc Automatic transmision.

    Sebelum reaktor hydrogen ini dipasang konsumsi bensin 1:4...dalam kondisi jln stop and go....untuk luar kota 1:6 dengan kecepatan rata2 100 -120 km.Untuk di toll rata2 speed 80 - 140 km.

    Kemudian saya pasang reaktor hydrogen dan sy test lagi dengan kondisi jalan yang sama ,( stop and go alias ramai lancar ).
    Ternyata terjadi perbedaan yg plg menyolok sekali antara lain:

    1.Untuk tenaga sangat responsif sktr 5 -7 % dari awalnya.
    2.Penghematan BBM sdh mendekati 100 % dari pemakaian awal.
    3.Temperatur mesin tetap normal 80 - 90 derajat celcius.
    4.Gas buang dari knalpot sangat bagus yg tercium hnya uap air .

    NOTE:
    sebelumnya saya sama seperti anda dan pencinta otomotif lainnya meragukan kemampuan alat tersebut.Karena banyak alat hemat BBM yg beredar tapi tidak terbukti hasilnya. Tetapi setelah saya pelajari bagaimana cara kerja alat tersebut..dan mengetahui kelanjutan proses kerja alat tersebut terhadap mesin.

    Kesimpulan saya alat ini memang bagus dan ada hasilnya apabila didukung dengan kondisi mesin yang benar benar fit dan prima.Apabila mesin anda belum fit saya sarankan untuk di rekondisi lebih dahulu supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

    Untuk rekan pencinta otomotif lainnya tidak perlu ragu untuk mencoba menggunakan alat ini demi penghematan biaya dan menjaga kondisi alam dan lingkungan kita ini.

    Kepada pembuat alat ini yang sudah bersusah payah, saya mengucapkan banyak terima kasih..saran saya maju terus untuk kesempurnaan alat ini demi menjaga lingkungan yg bersih untuk penerus kita nanti.

    Regards


    (audee)