Reaktor Hidrogen Penghemat BBM
Step
01

Cara Kerja HidroEarth#1

Prinsip kerja hidroEarth adalah melakukan proses elektrolisa terhadap air. Dalam hal ini, air yang digunakan adalah air accu (air murni destilasi). Proses elektrolisa dibantu dengan daya listrik yang diambil dari accu mobil. Dari proses elektrolisa air ini menghasilkan gas Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2). Gas hidrogen (H2) adalah gas yang sangat mudah terbakar. Sehingga jika H2 tersebut disalurkan ke dalam ruang pembakaran akan mensuplay energi yang besar untuk mobil.

Step
02

Manifold Carburator

Gas yang dihasilkan oleh hidroEarth#1 disalurkan dengan selang vaccum ke Manifold Carburator. Jika kendaraan Anda adalah injection, silakan berkomunikasi dengan bengkel Anda. Dimana inti dari penyaluran gas hidrogen ini adalah ke ruang pembakaran. Sebaiknya sedekat mungkin dengan ruang pembakaran dan kalau bisa mendului asupan bensin ke ruang pembakaran.

Step
03

Pasang HidroEarth

Pemasangan hidroEarth#1 di mobil, disesuaikan dengan ruang masing-masing kendaraan. Cari tempat yang aman dan ikat/kondisikan sedemikian rupa sehingga reaktor tidak jatuh. Untuk catu daya, terminal listrik dihubungkan ke ground dan accu dengan pelindung sekering. Penghubungan ke accu, dapat langsung mengambil dari kontak mobil, supaya reaktor hanya bekerja pada saat mobil hidup.


Step
04

Test HidroEarth

Jika reaktor sudah terpasang dengan aman, maka isi air destilasi ke dalam tabung reaktor dengan menambahkan 1 sendok teh katalis. Jika belum diberi aliran listrik dan belum ada elektrolisa maka isi air dalam reaktor dapat dilihat sbb.
Jika reaktor sudah diberi aliran listrik dan sudah melakukan elektrolisa, maka isi air dalam reaktor dapat dilihat sbb. Dalam reaktor terlihat Gas Hydrogen yang berwarna Coklat. Karena warna inilah maka di beberapa situs disebut sebagai Brown Gas.


Step
05

Hasil Penggunaan

Pelan pelan kran dibuka. Putaran mesin meningkat, dan lebih rata dari sebelumnya. Asap knalpot tidak berbau menyengat, dan tidak bikin perih mata. Hasilnya: Pada kecepatan rendah, tidak terasa bedanya. Tapi pada kecepatan yang lebih tinggi, terasa sekali bahwa tenaganya bertambah. Pada saat dipaksakan melalui jalan menanjak dengan gigi tinggi, tidak ada gejala “nglitik”…


Info
01

Penghematan

Konsumsi BBM dapat menghemat 50% sampai 100% dari penggunaan sebelumnya. Maksudnya, ada mobil konsumsi 1:6 dapat menjadi 1:8 (50%) bahkan ada yang bisa mencapai 1:12 (100%). Hal ini tergantung pada kualitas mesin dan untuk injeksi ada tidaknya sensor O2. Jika mesin masih bagus, tidak ada yang bocor packingnya, oli tidak ada yang terbakar biasanya penghematan dapat mencapai 50%-100%. Apalagi jika kita dapat memasangkan selang sebelum bensin dikeluarkan ke mesin pembakaran, maka penghematan dapat mencapai 50%-100%. Dari beberapa sumber di internet, yang bermasalah kalau dalam sistem Injeksi ada sensor Oksigen. Sensor itu mendeteksi bahwa Oksigen terlalu banyak (dari reactor, selain H2), sehingga “kran” bensin juga dibuka lebih besar. Hasilnya malah tambah boros. Sensor O2 ini biasanya untuk mobil baru.