Reaktor Hidrogen Penghemat BBM
Intro
01

Pra Kata

Dalam beberapa milis Otomotif yang yang ada, belakangan ini banyak dibahas tentang Bahan Bakar dari Air. Dari Air…?? Yang bener… mana mungkin…?? Tapi setelah dipelajari lebih lanjut, ternyata It's True dan Good. Walaupun tidak murni "hanya" dari air, tapi dengan cara ini konsumsi BBM bisa sangat dihemat. Beberapa teman Milis yang sudah mengaplikasikan, bisa menghemat dari sebelumnya 1:8 menjadi 1:22. Dari beberapa situs antara lain: www.water4gas.com, en.wikipedia.org/wiki/Oxyhydrogen_flame, wasserwagen.blogspot.com dan beberapa lainnya, ternyata melalui suatu proses Elektrolisa, komposisi kimia Air yang tadinya H-O-H bisa diubah menjadi H-H-O. Dan karena komposisi ini tidak stabil, maka akan berubah lagi menjadi H-H dan O-O. H2 dan O2: Hydrogen dan Oksigen.

Kalau Hydrogen dan Oksigen ini disuntikkan ke dalam ruang bakar, maka "ledakan"-nya akan semakin kuat, dan hasil pembakaran menjadi semakin bersih karena tidak ada Bensin yang tidak terbakar. Jadi, selain menghemat BBM (karena tenaga yang dihasilkan lebih besar), juga mendukung Udara Bersih dan Anti Global Warming. Sangat menarik…

TESTI
03

NEW TESTIMONIAL - 2009

April 2009

Reaktor hydrogen ini sudah saya pasang di mobil crown th 83,6 cyl 2800 cc Automatic transmision.

Sebelum reaktor hydrogen ini dipasang konsumsi bensin 1:4...dalam kondisi jln stop and go....untuk luar kota 1:6 dengan kecepatan rata2 100 -120 km.Untuk di toll rata2 speed 80 - 140 km.

Kemudian saya pasang reaktor hydrogen dan sy test lagi dengan kondisi jalan yang sama ,( stop and go alias ramai lancar ). Ternyata terjadi perbedaan yg plg menyolok sekali antara lain:

  • Untuk tenaga sangat responsif sktr 5 -7 % dari awalnya.
  • Penghematan BBM sdh mendekati 100 % dari pemakaian awal.
  • Temperatur mesin tetap normal 80 - 90 derajat celcius.
  • Gas buang dari knalpot sangat bagus yg tercium hnya uap air .

NOTE: sebelumnya saya sama seperti anda dan pencinta otomotif lainnya meragukan kemampuan alat tersebut.Karena banyak alat hemat BBM yg beredar tapi tidak terbukti hasilnya. Tetapi setelah saya pelajari bagaimana cara kerja alat tersebut..dan mengetahui kelanjutan proses kerja alat tersebut terhadap mesin.

Kesimpulan saya alat ini memang bagus dan ada hasilnya apabila didukung dengan kondisi mesin yang benar benar fit dan prima.Apabila mesin anda belum fit saya sarankan untuk di rekondisi lebih dahulu supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk rekan pencinta otomotif lainnya tidak perlu ragu untuk mencoba menggunakan alat ini demi penghematan biaya dan menjaga kondisi alam dan lingkungan kita ini.

Kepada pembuat alat ini yang sudah bersusah payah, saya mengucapkan banyak terima kasih..saran saya maju terus untuk kesempurnaan alat ini demi menjaga lingkungan yg bersih untuk penerus kita nanti.

Regards

(audee)

STORY
04

Kisah Sukses Substitusi BBM dari 1:6 menjadi 1:16

Oktober 2008

Mencengangkan memang angka dari 1:6 menjadi 1:16, tetapi itulah kenyataan yang terjadi pada salah seorang Client Kami di Bandung
Beliau menggunakan Etherna tahun 1998 CC 2000, mesin dalam keadaan oke, packing tidak rembes dan efisien. Beliau "berani" mengebor ruang mesin.
Kami memanfaatkan lubang tersebut untuk mengalirkan hidrogen untuk mensubstitusi BBM. Beliau bercerita Bandung-Cirebon PP hanya menghabiskan Rp. 100.000,00
sekitar 16.6 liter. Jarak Bandung-Cirebon 133.2 km, jika PP berarti 266.4 km, sehingga konsumsi BBM 1:16. Luar biasa :)

NEWS
05

Reaktor Hidrogen dalam MUDIK 2008

Rabu, 8 Oktober 2008


Reaktor Hidrogen dipasang pada Peugeout 306 Tahun 1996. Digunakan untuk mudik dari Bandung-Ciamis(Payung Agung)-Yogya via Nagrek (Arus Mudik) dan Yogya-Ciamis(Payung Agung) via Wado (Arus Balik).

Mudik hari Sabtu, 27 September 2008, kondisi sudah mulai macet, walau tidak terlalu parah. Jarak tempuh 389 km, menghabiskan 41,6 liter, 1:9, FULL AC sepanjang jalan. Kecepatan rata-rata 50 km/jam.

Balik hari Senin, 6 Oktober 2008, kondisi lancar, jarak tempuh 406 KM, menghabiskan 45 liter, 1:9, FULL AC sepanjang jalan. Kecepatan rata-rata 40 km/jam.

Reaktor hidrogen dalam keadaan baik, tidak panas, tidak meleleh, butuh ditambah 1 liter air ACCU untuk perjalanan Bandung-Yogya.
Mesin tidak panas, tidak nglitik, ringan, tidak berat, tenaga bertambah besar.

Kesimpulan:
Reaktor Hidrogen AMAN digunakan dalam perjalanan jauh, mudik sekalipun, dalam keadaan macet. Dan jelas menghemat BBM, dimana Peugeout ini sebelum dipasang reaktor hidrogen konsumsi bensinnya 1:5.

NEWS
06

Efek Samping Gunakan Penghemat BBM

Rabu, 17 September 2008 - 15:13 wib
Sumber: Konsultasi Astra

Pertanyaan


Mobil saya Toyota Starlet 1.3 SE tahun 1991. Sejak saya pasangi penghemat BBM (Reaktor Hidrogen dari Yogya), RPM nya jadi rendah terus dengan RPM 2000-2500 kecepatan bisa mencapai 70-80 km/jam sampai saat ini RPM belum pernah mencapai 3000-4000. Dan di gas pembuangan (knalpot) sering ada air jernih baik pagi hari ataupun siang hari. Pertanyaan saya, apakah ada efek samping degan dipasangi alat tersebut dan normalkah mobil saya? Terima kasih, Eddy, Solo


Jawaban


Kepada Yth, Bapak/Ibu Berikut penjelasan dari tim ERA kami. Pemasangan alat penghemat BBM (Reaktor Hidrogen dari Yogya) adalah dengan metode penambahan hidrogen ke dalam ruang bakar. Hal ini secara teori (dan sudah dibuktikan) akan membuat konsumsi bahan bakar fosil akan berkurang. Bila Anda menggunakan RPM 2000 - 3000 tentunya akan sangat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit, tetapi tentunya kecepatan kendaraan juga akan terbatas. Salah satu hasil pembakaran sempurna adalah air, sehingga bila ada air di knalpot tentunya hal yang wajar. Pihak ATPM sendiri sampai saat ini belum merekomendasikan penggunaan alat penghemat BBM ini karena berbagai pertimbangan, di antaranya ditakutkan ada air yang ikut terhisap masuk kedalam saluran intake sehingga berpotensi menimbulkan karat serta keamanan alat yang memproduksi gas hidrogen yang notabene mudah terbakar. Demikian jawaban kami semoga dapat membantu Anda.

Reaktor Hidrogen yang kami produksi memiliki prinsip sama dengan Reaktor Hidrogen yang dikembangkan di Yogya. Dimana reaktor tersebut melakukan eletrolisa terhadap air, sehingga air terurai menjadi H2 dan O2. Gas H2 dan O2 inilah yang dimasukan ke dalam ruang bakar.
Secara teori dan sudah dibuktikan, air tidak ikut terhisap masuk ke dalam saluran intake, karena pada produk kami menggunakan 2 lapisan tutup, dimana hanya H2 dan O2 saja yang masuk ke dalam lapisan tutup akhir untuk disalurkan ke dalam intake. Dan selama mobil tidak terguling, reaktor hidrogen ini AMAN digunakan
Selamat mencoba .... :)

Count
07

Anda Pengunjung ke: Web Site Counter Sejak Juli 2008